Dispar Kukar Gaet Polteknik ATMI Surakarta, Identifikasi Rencana Perbaikan Sky Tower Pulau Kumala

img

( Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Kukar, M Ridha Fatrianta/pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Setelah  membuka kembali tempat wisata Planetarium Jagad Raya, Dinas Pariwisata Kukar akan mencoba menjajaki perbaikan Sky Tower yang berada di Pulau Kumala,.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Slamet Hadiraharjo, melalui Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata,M Ridha Fatrianta, Senin (5/2/2024).

 M Ridha Fatrianta mengatakan Dispar Kukar saat ini masih dalam tahap pengumpulan data perbaikan Sky Tower yang berada di Pulau Kumala, pihaknya juga berencana melibatkan Politeknik ATMI Surakarta.

“Prosesnya masih panjang masih inventarisasi peralatan yang ada, terus mekanisme, dulunya kan data-data yang punya itu kan hampir tidak ada, dulu  mekanisme masih manual,”ujar Ridha Fatrianta.

Dijelaskanya bahwa terkait dengan perbaikan Sky Tower ini masih dalam perencanaan karena perlu dilakukan penelusuran terkait mesin maupun peralatan dari Sky Tower tersebut.

Pulau Kumala sendiri dikelola Dispar Kukar mulai tahun 2017. Sejak tahun 2017 ini tidak ada wahana yang berfungsi di Pulau Kumala, sehingga pihak Dispar Kukar akan mencoba mengupayakan memperbaiki Sky Tower.

Ridha juga menjelaskan untuk saat ini terkait anggaran perbaikan Sky Tower masih belum ada, karena masih akan dilakukan identifikasi lebih dahulu.

“Anggaran belum ada, karena berbicara anggaran masih jauh karena kita masih melihat kondisi Sky Tower, mulai dari mengiinventarisi peralatan yang rusak. Sehingga terkait pembiayaan masih belum, jadi nanti masih dicoba dikoordinasikan dengan yang pembuatnya dulu, karena yang membuat kan perusahaan dari German” jelas Ridha Fatrianta.

Ridha Fatrianta menjelaskan bahwa Identifikasi perencanaan perbaikan Sky Tower ini di targetkan pada tahun 2024 ini, namun untuk perbaikan masih menunggu hasil identifikasi, sebelumnya pihak Dispar sudah mengajak beberapa pihak untuk melihat-lihat kondisi Sky Tower, namun ditahun ini Dispar mencoba untuk menindaklanjuti kembali.

“Sementara ini masih kami komunikasikan melalui via zoom, mereka juga belum kesini, sebelumnya sudah kesini namun hanya beberapa orang saja. Dari segi teknisk setiap orang ada keahlian dibidangnya, untuk menangani Sky Tower ini perlu beberapa ahli seperti ahli elektro, mekanik, bangunan jadi mereka perlu mendiskusikan terlebih dahulu,” tuturnya

Ia juga mengatakan bahwa pihak Politeknik ATMI Surakarta sudah meminta data-data dan video Sky Tower, serta gambar lainnya untuk memperkirakan apa saja yang diperlukan dan tenaga ahli apa saja yang dibutuhkan, jika sudah ditentukan, pihak Dispar akan mengambil langkah berikutnya.

 “Dari segi bangunan masih bagus, kondisi besi juga, cuma mereka perlu melihat lagi banyak sekali jaringan elektro jadi mereka minta fotokan per item yang ada di Sky Tower yaitu jaringan elektro. Dan juga untuk sementara ini belum ada keluar pembiayaan. Untuk komunikasi informasi dengan pihak pembuat dilakukan oleh Pihak Politeknik ATMI Surakarta, karena kalo dengan kami akan sedikit kesulitan.” tutupnya.(adv/*tan)